blog*spot
get rid of this ad | advertise here
interview indicomic.com: July 2004

Thursday, July 08, 2004

Wisnoe Lee (Gibug)

indiCOMIC (iC): Apa aja judul komik yg sdh dibuat, beserta tahun pembuatannya.

Wisnoe: Baru GIBUG aja, sejak tahun 2001. Itu pun secara indie/underground. Barusan mau dilegalkan tapi ditunda berhubung ada komen GIBUG niru tokoh sinetron yang sekarang lagi ngetren, padahal asli lho. Aku punya hak ciptanya. Menyusul adalah GIBUG versi baru, Namaku Bram (10 jilid), Dakocan (1 jilid).

iC: Apa saja karakter-karakter yang pernah diciptakan?
Wisnoe: Gibug- si tukang bajaj, Oncom - kucing bulu kuning, Lolipet - mahluk planet maniak pete, Sibido-pangeran rajawali, Bram-si ruyung kembar, Dakocan-boneka ajaib. Itu aja, mau ngide yang lain, ntar dulu soalnya yang ada juga belum 'makmur' he he he.

iC: Sejak kapan tepatnya mulai bikin komik?
Wisnoe: Tahun 1995.

iC: Bagaimana menurut anda perkembangan komik Indonesia?
Wisnoe: Walo sudah banyak yang bermunculan, tapi masih berkembang, tergantung kreativias para komikus, semangat juang studio-studio komik dan kesediaan para
penerbit :)

iC: Apa yang harus dibenahi pada komik Indonesia?
Wisnoe: Aku sih berkaca pada diri sendiri ya, kayaknya yang penting tu menarik secara fisik maupun kandungannya, gambar yang bagus dan cerita yang asyik, kayaknya aku pun harus begitu, membuat komik dengan gambar bagus, profesional dan ceritanya juga bagus, ya disenangi banyak orang begitu.

iC: Mana yang lebih menentukan akan suksesnya sebuah komik, gambar atau cerita? Dan tolong jelaskan alasannya.

Wisnoe: dua-duanya. Gambar bagus akan enak dipandang dan patut dikoleksi. Cerita bagus bisa bikin kita terbawa ... suka ... rindu ... beli? siapa takut ... ayo maju! he he he ...


iC: Kegiatan sehari-hari sebetulnya apa? Kalau kerja, kerja dimana, bidang apa?
Wisnoe: Aku kerja sebagai desainer untuk tim art di sebuah departemen perusahaan yang terkemuka di Indionesia, dibilangan senayan ... :) Selain itu mengerjakan proyek apa aja yang berkenaan dengan comercial art.

iC: sejak kapan ngajar di Masterweb School?
Wisnoe: Belum lama, kira-kira 8 bulan yang lalu.

iC: Bagaimana animo murid-murid MWS ttg komik? Apa tujuan mereka belajar komik? Apakah ingin jadi komikus, atau hanya ingin bisa menggambar saja?
Wisnoe: Keinginan untuk menjadi komikus sangat besar. Ada juga yang hanya belajar ilmu merancang karakter untuk menambah kemampuan dalam merancang game dan animasi.

iC: Apa saja yang kira-kira harus kita lakukan utk menanamkan awareness tentang komik Indonesia?
Wisnoe: Saya kira harus dengan karya, dan sekali lagi kepercayaan penerbit kepada kita (para komikus). Kalau sekarang penerbit udah bersedia, ya tinggal kita yang kudu bagus membuat komik.

iC: Mengenai komik online, bagaimana komentar anda?
Wisnoe: Aku suka banget. Media baru selain media cetak untuk berkomik.

iC: Saran-saran untuk komikus Indonesia?
Wisnoe: Mmm ... kayaknya saya yang kudu minta saran deh ... :) Soalnya aku yakin, mereka yang diluar aku adalah pejuang komik yang pada tajir dan sudah lebih dulu
eksis di bidang komik ... halo pak Dwi Koen, pak Asnar Zacky, mas Toni, mas Toriq, mas Motul, Dyo ... ada saran gak buat aku? he he he ... kenya kita para komikus harus saling dukung dan membangun deh, nah, komentar kamu tentang GIBUG ku gimana, indicomic?

kontak:
HP: 0812-7983563, email: wisnoe_lee@cbn.net.id

website:
www.gibug.com

Agung Aries Budiman (Komikaze)

Ia lahir di Yogyakarta pada tahun 1973. Mulai membuat komik sejak sekolah di SMA. Karyanya lebih banyak berupa zine atau kompilasi komik. Saat ini ia baru saja menyelesaikan sebuah buku berjudul ”Che for Beginner”, sebuah buku dengan banyak ilustrasi sebagai penjelasannya. Disamping itu dia masih aktif membuat zine ”Haram Jadah”, dan mengelola situsnya Komikaze.com tentunya. Alasannya membuat situs tersebut adalah sebagai media untuk berexpresi.

Ia pernah kuliah di UGM jurusan fisipol, namun tidak selesai. Dan melanjutkan ke Modern School of Design Yogyakarta untuk belajar design grafis selama satu tahun. Pernah bergabung di perusahaan kaos paling terkenal di Yogyakarta, Dagadu, sebagai perancang ilustrasi untuk kaos.

Pendapatnya tentang komik Indonesia adalah, menurutnya yang penting kita harus berkarya terus, dan melihat komik sebuah media yang bias mengekspresikan berbagai hal, dari mulai politik, hukum, dan sebagainya. Kita harus mengembangkan terus industri komik di Indonesia dengan baik agar bisa bersaing dengan komik lain yang sekarang ini merajai pasaran komik di tanah air. Menurutnya kita harus membuat komik yang bisa memenuhi selera pasar. Namun bukan berarti kita harus mencontek gaya gambar komik-komik lain yang lebih dulu ada di pasaran, seperti komik Jepang (manga), misalnya. Yang patut dicontoh dari komik-komik Jepang tersebut adalah semangatnya, bagaimana cara mereka memanage industri komik mereka, dari mulai tema, cerita, produksi, pemasaran sampai promosinya. Komik Jepang, misalnya dengan tema sepak bola, itu penjabarannya luar biasa, menjurus ke semua segment pembaca.
Namun, sampai saat ini, Agung belum pernah menawarkan komik karyanya ke penerbit. Ya, belum saja, begitu katanya ketika ditanya kenapa.
Komentarnya tentang PKAN IV, ajang dimana wawancara ini berlangsung, ia mengharapkan agar diperbanyak pesertanya agar lebih beragam dan inspiratif.
Kalau ke Yogya, bisa juga bertemu dengannya di alamat Gambiran UH 5/225, Yogyakarta

Komikografi:
- Haram Jadah ezine 1 s/d 4
- Buku Che for Beginner

Dwi Koendoro Brotoatmojo (Panji Koming)

Kenal karakter Panji Koming, kan? Itu, komik strip yang selalu muncul di harian Kompas edisi hari Minggu. Beliau inilah komikus pembuatnya. Ia mulai membuat komik sejak tahun 1958, sejak masih duduk di bangku SMP, dimana kondisi saat itu dunia perkomikan masih di bawah pantauan pemerintah yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Komik tak boleh menjadi media utk mengkritik pemerintah.

Komiknya yang berupa komik strip pertama kali dimuat di majalah Dimpo, sebuah majalah untuk anak-anak. Dan tahun 1961, karyanya yang lain dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat. Tahun 1971 ia membuat komik untuk majalah ”Stop”, juga menjadi ilustrator freelance untuk majalah yang ada saat itu, seperti Selecta, Senang dan Stop.

Saat ini ia lebih banyak menikmati masa pensiunnya. Namun bukan berarti turun gunung dari dunia perkomikan Indonesia. Ia tetap rutin menjadi freelancer untuk mensuplai serail Panji Koming ke harian Kompas. Juga menjadi pemasok komik untuk penerbit Mizan.

Ia mengaku, sebetulnya profesi dirinya adalah sebagai sutradara. Ia banyak menyutradai film-film dokumenter, atau pun film untuk iklan. Ia bahkan memiliki sebuah rumah produksi miliknya sendiri yang bernama Citra Audivistama. Karyanya dalam bidang animasi ini, sebagi contohnya adalah iklan produk pipa paralon dengan gambar aliran air sungai dengan latar belakang lagu Bengawan Solo. Dulunya ia bergabung di rumah produksi Gramedia Film, sebelum memiliki rumah produksi sendiri.

Satu hal yang ditekankannya mengenai dunia perkomikan ini adalah, mengenai pentingnya manajemen waktu. Kita harus pandai memanfaatkan waktu yang ada. Atau secara luasnya, kita tak boleh tergantung kepada mood untuk membuat sebiah karya. Ia mencontohkan, ia pernah membuat Panji Koming di sebuah padang pasir dengan beralaskan triplek karena dikejar deadline. Mengenai mencari inspirasi dalam membuat Panji Koming, ia selalu membawa buku bacaan mengenai masalah yang sedang aktual di negeri ini. Bahkan tema mengenai komik Panji Koming itu pun sangat tergantung kepada kondisi di tanah air. Bisa saja naskah yang sudah masuk ke redaksi, harus diubah lagi secara mendadak karena terjadinya perubahan politik di Indonesia yang berubah secara tiba-tiba.

Pendapatnya tentang komik Indonesia, pengamatannya sejak tahun 1994, komik di tanah air semakin berkembang. Satu hal yang penting adalah mentalitas. Indonesia belum bisa menemukan karakter komiknya sendiri karena masyarakatnya yang sangat heterogen. Dunia perkomikan di Indonesia yang ada sekarang ini harus terus dibina. Jangan tergantung pada yang tua dan sudah tak perlu diatur-atur lagi karena sudah dewasa.

Mengenai peran internet bagi perkembangan komik Indonesia, sebagai sebuah media komunikasi dan informasi, internet layak digunakan untuk membantu penyampaian informasi tentang komik. Yang jelas, gunakanlah!

Email yang bisa dihubungi: kisabdopailul@yahoo.com

Komikografi:
- Panji Koming
- Sawung Kampret

Suryo Nugroho (Jokomik, Komik Cinta, Rumah Warna)

Jokomik adalah studio yang membuat komik indi berjudul “Komik Cinta”. Jokomik terbentuk pada satu hari sebelum Pasar Seni ITB, tahun 1995. Awal terbentuknya masih beranggotakan 6 orang komikus, namun sekarang tinggal 2 orang saja, yaitu Suryo Nugroho, dengan rekannya bernama Joko Purwanto. Selain Komik Cinta, karya lain dari Jokomik adalah sebuah komik tentang jagoan bernama Injit. Namun komik ini belum pernah dipublikasikan karena sedang dipersiapkan untuk format major label alias akan ditawarkan kepad penerbit.

Indi komik, baginya bukanlah sebuah batu loncatan. Indi komik adalah sebuah dunia tersendiri yang bisa diseriusi. Artinya, selain berkarya membuat komik, harus serius juga pendistribusian dan promosi komik indi tersebut. Hanya saja masalahnya, bagi komikus atau studio komik, energi habis untuk dicurahkan untuk membuat komik, jadi tak ada lagi tenaga untuk menjual dan mempromosikan komik indi tersebut. Maka, dalam membuat studio komik sebaiknya juga disertakan tenaga pemasaran dan promosi komik karya studio tersebut. Mengenai penjualan komik indi, dulu pernah ada contoh komik Petruk Gareng yang pendistribusiannya oleh Gultom agency bisa dibilang sukses, walaupun tak pernah masuk ke major label.

Jadi usulnya, kita yang bergerak di dunia komik Indonesia ini harus menyatukan kekuatan, jangan bergerak sendiri-sendiri, karena membuat gerak kita jadi sulit. Misalnya dengan membuat jaringan distribusi komik tersebut (Suryo mengaku belum membaca semua tentang program membangun jaringan distribusi komik indi yang dijalankan indicomic.com, red), seperti misalnya yang telah dijalankan oleh studio Bajak Laut dengan Istana Kartu-nya.

Kegiatan suryo selain bikin komik, ia sering membantu rekan-rekannya di MKI dalam mengadakan event-event mengenai komik, seperti di acara PKAN IV ini, ia adalah salah satu panitia yang sering terlihat sibuk hilir mudik. Ia juga tergabung ke dalam studio Rumah Warna dan sering menerima orderan dalam pembuatan ilustrasi atau desain lainnya.

Komentarnya tentang komik Indonesia, ia mengatakan bahwa kita terlalu sibuk mencari jati diri komik Indonesia. Misalnya Jepang dengan manganya, Amerika dengan Marvelnya. Berkarya ya berkarya saja, jangan ikut-ikuatan, begitu katanya. Jangan karena Manga sedang mewabah di negeri ini lalu kita harus ikut style Manga. Ia berharap agar komik Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri orang, dan terutama di negeri sendiri tentunya.

Tentang Internet dan peranannya dalam perkomikan, baginya segala media itu bagus untuk mensosialisasikan komik Indonesia. Sekarang Internet sedang mewabah, dan internet jadi media yang sangat cepat untuk bertransaksi dan lain-lainnya. Internet harus digunakan untuk memberantas buta komik. Indonesia terlalu terlena dalam budaya mendengar, padahal dulu sudah ada budaya menggambar sejak jaman nenek moyang kita, contohnya adalah relief di candi-candi yang banyak berada di Indonesia.

Mengenai dukungannya bagi gerakan menanamkan awareness akan komik Indonesia, Suryo siap membantu menggandakan buletin IndiCOMIC, bila ada order dengan sisa cetakan lebih. OK, thanks. Ditunggu juga dukungan dari yang lainnya untuk membangun gerakan ini.

Mau kontak sama Suryo? Kirim aja email ke jokomik@bolehmail.com atau ke komik_cinta@yahoo.com

Komikografi:
- komik indie 'Komik Cinta'
- terlibat dalam Gatra edisi khusus akhir tahun 2003

Sapto 'Athonk' Rahardjo (Old Skull)

Ngomongin komik indie Indonesia, kayaknya gak afdol tanpa ngomongin lelaki yang satu ini. Pria yang dikenal dengan nama Athonk ini, adalah pionirnya komik indie di Indonesia. Penampilannya punk asli, luar dalam, dengan rambut dicat dan tato memenuhi tangannya. Berikut petikan ngobrol-ngobrol dengannya:

indiCOMIC (iC): Tolong dong, sebutkan judul-judul komik yang pernah dibuat dan tahun pembuatannya.
Athonk: Banyak deh. Bad times story 1 - 1994, bad times story 2, pure black looking clear - 1998, pure evil anthology # 1, strip jams - kompilasi -2001, old skull - comic strip 2001, old skull in the garden 2003, strip jams 2 - 2003, old skull - rockabilly - (in progress).

iC: Bagaimana menurut pendapat Anda tentang perkembangan komik di indonesia?
Athonk: Perkembangan bagus, sudah mulai muncul komunitas lokal yang mensupport gerakan komik di tiap kota.

iC: Apa yang harus dibenahi pada komik indonesia?
Athonk: mentalitas!!

iC: Mana yang lebih menentukan pada sebuah komik merut Anda, cerita atau gambar?
Athonk: Dua-duanya dong, harus ada cerita dan gak absurd yang hanya mengumbar gambar visual.

iC: Pendapat anda mengenai website untuk perkembangan komik indonesia?
Athonk: Sebaiknya website itu banyak info mengenai komik yang bisa didapat secara on-line, terlalu banyak website yang pengen jadi portal komik tapi ternyata gak maximal dan jarang diupdate.

iC: Saran-saran untuk komikus indonesia?
Athonk: Harus rajin terbitin komik indie apapun bentuknya ini penting untuk mengisi kekosongan komik "resmi" dan bisa meningkatkan apresiasi komik.

iC: harapan akan komik indonesia?
Athonk: Distibusi yang lebih luas mengingat geografis negara kita yang sangat luas.

informasi data diri Athonk:
nama lengkap: Sapto Rahardjo (Athonk)
alamat lengkap: jl. Sosrowijayan Wetan GT 1/77Yogyakarta - 55271 no. tlp: 0817-296454
email: athonk@ganja.com, sapto_raharjo@hotmail.com
website: www.pureblacktattoo.com/comicbook.htm

Komikografi:
- Bad times story 1
- bad times story 2
- pure black looking clear
- pure evil anthology # 1
- strip jams - kompilasi
- old skull
- comic strip 2001
- old skull in the garden 2003
- strip jams 2 - 2003
- old skull - rockabilly (in progress).

Eko Nugroho (Daging Tumbuh)


indiCOMIC (iC): sejak kapan bikin komik?
Eko: Sejak tahun 1997, tapi aku udah menggemari dunia kartun dan karikatur sejak smp.

iC: komik apa saja yg pernah dibuat dan tahun pembuatannya?
Eko: The WC ( 1997), Komik kondom (1997) Komik korek ( 1997) Togel (2000) Unwanted (1999) Hancur di pagi buta ( 1998) The Konyol (2004) Kuman (1997) aduh.... lupa! ntar aku email lagi deh sisanya!

iC: kharakter apa yg pernah dibuat?
Eko: Togel & manusia dengan kepala aneh

iC: darimanakah ide pembuatan DGTB?
Eko: Dari saya yang awalnya itu nama group band musik yang akan saya bikin, tapi ternyata gagal, banyak yang bilang konsep musiknya nggak masuk akal, akhirnya dagingtumbuh kupakai buat kompilasi karya fotokopian itu.Terbit pertama kali pada juni th 2000, dan selalu terbit tiap 6 bulan sekali sampai sekarang, yang terbaru januari 2004 Vol. 8 " JANGAN ADA GANTENG DIANTARA KITA"

iC: dan apakah daging tumbuh mempunyai arti khusus?
Eko: Ya, bisa tumor, bisa kelamin, bisa daging yang ditumbuhi jamur, daging yang telah kita makan dan kita jadi tumbuh kuat dan sehat hehe.

iC: bagaimana konsep pembuatan DGTB, apakah setiap kontributor mendapatkan komisi/royalti?
Eko: Konsepnya adalah siapapun bisa dan berhak mengirimkan karyanya yang telah difotokopi ke daging tumbuh, dengan catatan siapa yang datang duluan dia berhak ikut duluan. apapun itu! tidak terbatas pada komik saja, foto, drawing, tulisan, puisi, umpatan, undangan nikah dll, asal difotokopi dahulu! dalam dagingtumbuh tidak ada royalti sepersenpun bahkan karyanya siap untuk dibajak dan fotokopi orang lain, jadi kirimlah karya yang nggak ada HAKI nya. dan justru pesrta yang mau ikut harus iuran 20.000 rupiah buat produksi, dan nanti berhak satu buku hasil kompilasi.

iC: dari mana biaya mencetak dan mendistribusikan, bahkan melauncing, setiap edisi DGTB?
Eko: dari kita- kita yang mau berhappy- happy, hehe, yang dicetak hanya cover dan merchandisenya, isi daging adalah fotokopian habis! distribusi pada awalnya adalah dari tangan ketangan saja, dan sekarang sudah ada tempat- tempat penjualan alternativ seperti distro, toko buku independen, galeri, yayasan seni, dari acara ke acara, apapun itu jualannya bisa fleksibel, bahkan ada teman teman on line kayak indie comic ini yang jelas- jelas support kan! nah ada banyak cara pokoknya.
kalau dana dari hasil penjualan dagingtumbuh edisi sebelumnya, begitu seterusnya. dan juga dari donatur oleh mereka yang suka "penyegaran"

iC: berapa eksemplar setiap edisinya diterbitkan?
Eko: 150 buku aja selebihnya fotokopi sendiri

iC: apakah selalu terjual habis setiap edisi?
Eko: iya

iC: apa kegiatan sehari2 anda?
Eko: Tiap sabtu mengajar lukis anak- anak TK. selebihnya, biasa, seperti orang-orang lain.

iC: pendapat anda ttg perkembangan komik indonesia?
Yak sip! saya bangga sebagai ...

iC: saran dan masukan utk para komikus indonesia?
Eko: TETAP SEMANGAT DAN GIAT BEKERJA

iC: apa manfaat internet bagi kemajuan komik lokal menurut anda?
Eko: sangat bagus dan bermanfaat sebagai media publikasi dan tentu saja jaringan komunikasi dengan sesama, sangat berguna, JANGAN TAKUT WAHAI MEDIA ON LINE TETAP SEMANGAT LIK!

info tambahan:
nama lengkap: Eko nugroho
tempat tamnggal lahir: yogya 4juli MERDEKA!
alamat: Prawirodirjan GM 2/ 638 RT 52 RW 16 yogyakarta 55121
kontak no: 081-74116307

Komikografi:
The WC ( 1997)
Komik kondom (1997)
Komik korek ( 1997) Togel (2000)
Unwanted (1999)
Hancur di pagi buta ( 1998)
The Konyol (2004)
Kuman (1997)